ABOUT SEMARANG — Indonesia kaya akan desa-desa dengan nilai budayanya masing-masing.
Salah satunya adalah Desa Wonokitri, sebuah permukiman yang terletak di lereng Gunung Bromo dan menjadi bagian penting dari identitas budaya suku Tengger di Jawa Timur.
Desa ini bukan hanya menarik karena pemandangan alamnya yang memukau, tetapi juga karena nilai sejarah dan tradisi yang telah bertahan sejak berabad-abad lalu.
Dalam artikel ini, kita akan mengeksplorasi sejarah terbentuknya Desa Wonokitri, budaya di dalamnya, peranannya bagi masyarakat setempat, hingga bagaimana desa ini menjadi bagian penting dari pariwisata Bromo dan pelestarian flora khas pegunungan seperti bunga edelweiss.
Lokasi dan Karakter Dasar Desa Wonokitri
Desa Wonokitri berada di Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, dan merupakan salah satu desa di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).
Desa ini terletak di dataran tinggi dengan suhu udaranya yang sejuk, berkisar antara sekitar 12 derajat celsius hingga 20 derajat celcius sepanjang tahun, berkaitan langsung dengan ketinggiannya di lereng Gunung Bromo.
Desa ini juga merupakan salah satu pintu masuk utama menuju Bromo dari sisi Kabupaten Pasuruan.
Secara geografis, Wonokitri sering disebut sebagai desa paling akhir sebelum wisatawan mencapai puncak Penanjakan, salah satu titik terbaik untuk menyaksikan sunrise di kawasan Bromo.
Jejak Sejarah Masyarakat Suku Tengger
Desa Wonokitri merupakan bagian dari wilayah masyarakat Tengger, satu kelompok etnis yang tersebar di lereng Gunung Bromo dan wilayah sekitarnya.
Masyarakat Tengger terkenal sebagai keturunan dari kerajaan Majapahit yang dulu pernah berjaya di Nusantara.
Mereka mempertahankan tradisi Hindu-Jawa kuno yang dipadukan dengan budaya lokal hingga kini, termasuk tradisi pertanian di dataran tinggi yang subur.
Penduduk desa ini telah menempati wilayah lereng Bromo selama beberapa generasi, menjadikan Wonokitri sebagai salah satu benteng pelestarian budaya Tengger.
Dalam tradisi mereka, alam bukan hanya objek fisik, tetapi juga merupakan entitas spiritual yang harus dihormati.
Banyak ritual adat yang dilakukan komunitas ini untuk menjaga hubungan harmonis dengan alam sekitar, salah satunya adalah ritual tahunan Yadnya Kasada.
Yadnya Kasada di Wonokitri
Suku Tengger memiliki satu ritual yang sangat penting, yaitu Yadnya Kasada, sebuah upacara syukur kepada Sang Hyang Widi atau Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan berkah hasil pertanian, keselamatan, dan rezeki.
Ritual ini dilakukan setiap hari ke-14 bulan Kasada dalam kalender tradisional Tengger dengan persembahan berupa makanan, ternak, dan bunga yang kemudian dilemparkan ke kawah Gunung Bromo.
Di Wonokitri sendiri, tahapan ritual ini dilaksanakan secara penuh oleh tokoh masyarakat setempat—termasuk sang dukun atau pemimpin spiritual.
Mereka memulai dengan ritual mepak dan buka gerbang Bromo untuk meminta keselamatan bagi warga yang hendak melakukan perjalanan atau aktivitas di pegunungan.
Ritual ini tidak hanya menjadi kegiatan religius, tetapi telah menjadi bagian integral dari kehidupan sosial dan budaya masyarakat Tengger yang hidup berdampingan dengan alam dan Gunung Bromo.
Salah satu simbol paling identik dengan Desa Wonokitri adalah bunga edelweiss. Bunga ini tumbuh di kawasan pegunungan tinggi dan memiliki nilai budaya serta spiritual bagi masyarakat Tengger.
Bunga edelweiss sering digunakan dalam ritual adat dan dipercaya memiliki hubungan kuat dengan keabadian dan kemurnian.
Karena nilainya yang tinggi, masyarakat setempat kemudian mengembangkan budidaya edelweiss secara berkelanjutan termasuk melalui pembangunan Desa Wisata Edelweiss.
Desa ini kemudian mendapatkan pengakuan sebagai salah satu desa terbaik dalam Anugerah Desa Wisata Indonesia 2023 dan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang datang ke Bromo.
Selama bertahun-tahun masyarakat Wonokitri bergantung pada pertanian dan peternakan, memanfaatkan tanah subur di lereng pegunungan untuk menanam sayuran dan buah-buahan yang tahan pada iklim dingin. Namun dalam beberapa dekade terakhir, pergeseran ekonomi mulai terjadi.
Wisata alam dan budaya semakin membuka peluang bagi masyarakat setempat untuk meningkatkan kesejahteraan.
Sejak pertengahan tahun 2000-an, banyak warga beralih menjadi pemandu wisata, pengelola akomodasi wisata, serta penjual barang suvenir dan produk lokal lainnya.
Sektor pariwisata ini juga memberi ruang bagi generasi muda desa untuk tetap tinggal di kampung halaman tanpa harus merantau untuk bekerja.
Secara administratif, Desa Wonokitri menjadi salah satu gateway penting menuju kawasan Gunung Bromo dari sisi Kabupaten Pasuruan.
Usai melewati desa ini pengunjung akan terus menuju kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, baik untuk melihat sunrise di Penanjakan maupun untuk menjelajahi pasir berbisik dan kawah Bromo.
Keindahan desa dengan latar pegunungan, hawa sejuk, dan pemandangan alamnya membuat banyak wisatawan memilih beristirahat atau bermalam di Desa Wonokitri sebelum melanjutkan perjalanan pendakian atau tour gunung.
Walaupun menjadi salah satu destinasi wisata yang makin dikenal, pelestarian budaya dan lingkungan tetap menjadi tantangan utama di Wonokitri.
Masyarakat Tengger sangat menghormati alam dan meyakini bahwa keselamatan dan keberhasilan hidup sangat terkait dengan hubungan yang harmonis dengan Gunung Bromo dan sekitarnya.
Upaya pelestarian flora seperti edelweiss, perayaan ritual adat, hingga program edukasi budaya kepada wisatawan menjadi bagian penting dari strategi komunitas agar generasi berikutnya tetap menghargai nilai-nilai leluhur mereka.
Desa Wonokitri bukan hanya sekadar tempat di peta. Ia adalah simbol kehidupan tradisional masyarakat suku Tengger, sebuah komunitas yang telah hidup berdampingan dengan Gunung Bromo selama ratusan tahun.
Sejarah desa ini erat kaitannya dengan pola hidup agraris, tradisi spiritual, dan kini juga sebagai penggerak ekonomi pariwisata berbasis budaya.
Dengan mempertahankan adat, membantu pelestarian bunga edelweiss, serta membuka diri terhadap dunia pariwisata tanpa kehilangan akar budaya.
Desa Wonokitri menunjukkan bahwa warisan sejarah dapat menjadi kekuatan untuk masa depan yang lebih sejahtera dan berkelanjutan.***
News
Berita Teknologi
Berita Olahraga
Sports news
sports
Motivation
football prediction
technology
Berita Technologi
Berita Terkini
Tempat Wisata
News Flash
Football
Gaming
Game News
Gamers
Jasa Artikel
Jasa Backlink
Agen234
Agen234
Agen234
Resep
Cek Ongkir Cargo
Download Film
