Gondongan Bisa Sebabkan Komplikasi Serius! Ini 5 Cara Mencegah dan Mengobatinya

blank


ABOUT SEMARANG –Banyak orang mengira gondongan adalah penyakit ringan yang bisa sembuh sendiri.

Faktanya, jika tidak ditangani dengan benar, gondongan bisa memicu komplikasi serius seperti gangguan pendengaran hingga infeksi otak.

Penyakit ini menular dan disebabkan oleh infeksi virus dari kelompok paramyxovirus yang menyerang kelenjar parotis, yaitu kelenjar penghasil air liur yang terletak di bawah telinga.

Penderita gondongan umumnya akan mengalami pembengkakan pada pipi dan rahang, yang membuat wajah tampak tidak simetris. Kondisi ini juga sering disertai dengan demam, nyeri saat menelan, dan kehilangan nafsu makan.

Karena penularannya sangat mudah, penting untuk mengenali gejala dan memahami langkah pencegahan yang bisa dilakukan agar tidak tertular atau menularkan gondongan kepada orang lain.

Virus penyebab gondongan menyebar dengan sangat cepat melalui udara, terutama dari percikan air liur saat penderita batuk, bersin, atau berbicara.

Bahkan, menyentuh barang-barang yang terkontaminasi lalu menyentuh mulut atau hidung tanpa mencuci tangan juga bisa membuat seseorang tertular.

Beberapa kondisi yang bisa meningkatkan risiko seseorang terkena gondongan antara lain:

  • Belum menerima vaksin MMR
  • Berusia antara 2 hingga 12 tahun
  • Memiliki sistem imun lemah, seperti penderita HIV/AIDS atau pasien kemoterapi
  • Tinggal atau bepergian ke daerah dengan tingkat infeksi tinggi

Gejala gondongan biasanya baru muncul sekitar 12 hingga 25 hari setelah seseorang terinfeksi virus.

Meski demikian, beberapa penderita bisa saja mengalami gejala ringan atau bahkan tanpa gejala sama sekali.

Berikut adalah beberapa gejala umum gondongan:

  • Pipi atau rahang bengkak pada satu atau kedua sisi wajah
  • Nyeri saat mengunyah atau menelan
  • Demam tinggi hingga 39 derajat Celcius
  • Sakit kepala
  • Mulut kering
  • Nyeri sendi
  • Mudah lelah
  • Kehilangan nafsu makan

Segera periksakan diri ke dokter jika muncul gejala yang lebih serius seperti sakit kepala hebat, pingsan, atau kejang.

Ini bisa menjadi indikasi bahwa virus telah menyebar ke sistem saraf pusat, dan membutuhkan penanganan medis segera.

Untuk memastikan apakah seseorang benar-benar menderita gondongan, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik pada area wajah dan tenggorokan. Selain itu, beberapa tes penunjang akan dilakukan, antara lain:

  • Tes swab bagian dalam pipi (buccal swab) untuk mendeteksi virus
  • Tes darah guna memastikan adanya infeksi
  • Tes urine untuk melihat apakah infeksi menyebar ke saluran kemih

Pemeriksaan menyeluruh ini penting agar diagnosis bisa ditegakkan secara akurat dan komplikasi bisa dicegah sejak dini.

Cara Mengobati Gondongan Secara Alami dan Medis

Gondongan umumnya bisa sembuh dengan sendirinya dalam waktu 1 hingga 2 minggu jika daya tahan tubuh penderita cukup kuat.

Namun, ada beberapa langkah perawatan rumahan yang bisa membantu meredakan gejala dan mempercepat pemulihan:

  • Istirahat yang cukup
  • Minum air putih dalam jumlah cukup
  • Kompres area yang bengkak dengan air hangat atau dingin
  • Konsumsi makanan lunak untuk memudahkan proses makan
  • Minum obat pereda demam dan nyeri seperti ibuprofen atau paracetamol

Walaupun obat antivirus khusus untuk gondongan belum tersedia, perawatan suportif seperti di atas cukup efektif jika dilakukan dengan benar.

Cara paling efektif untuk mencegah gondongan adalah dengan vaksinasi MMR (measles mumps rubella). Vaksin ini diberikan dua kali, yakni saat anak berusia 18 bulan dan dilanjutkan di usia 5 hingga 7 tahun.

Jika belum menerima vaksin pada usia tersebut, vaksinasi masih bisa diberikan hingga usia dewasa, terutama bagi orang yang berisiko tinggi.

Selain vaksinasi, pencegahan juga bisa dilakukan melalui langkah-langkah berikut:

  • Rutin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir
  • Tidak berbagi alat makan atau peralatan pribadi dengan orang lain
  • Menjaga etika batuk dan bersin dengan menutup mulut menggunakan tisu
  • Menjaga daya tahan tubuh dengan pola makan sehat dan olahraga

Gondongan bukan sekadar pembengkakan pada wajah. Jika tidak ditangani dengan baik, penyakit ini bisa menimbulkan komplikasi berbahaya.

Dengan memahami cara penularan, gejala, serta langkah pencegahan yang tepat, Anda bisa melindungi diri sendiri dan orang-orang terdekat dari risiko gondongan.

Pastikan anak-anak Anda mendapatkan vaksin MMR sesuai jadwal, dan jangan ragu untuk berkonsultasi ke dokter jika muncul gejala mencurigakan. Pencegahan selalu lebih baik daripada pengobatan.***





Satria
Berita Olahraga

News

Berita Terkini

Berita Terbaru

Berita Teknologi

Seputar Teknologi

Drama Korea

Resep Masakan

Pendidikan

Berita Terbaru

Berita Terbaru

Berita Terbaru

Lifestyle

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *