ABOUT SEMARANG – Platform permainan digital Roblox kini tengah menjadi sorotan pemerintah Indonesia.
Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, secara tegas menyatakan bahwa jika konten dalam game ini terbukti mempengaruhi perilaku anak-anak secara negatif, terutama mengandung unsur kekerasan, pemerintah tidak akan ragu mengambil tindakan tegas, termasuk memblokir platform tersebut.
Namun, hingga kini, pemerintah belum mengeluarkan rencana konkret untuk memblokir Roblox.
Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menyebut bahwa Kominfo masih menunggu hasil evaluasi dari Dirjen Pengawasan Ruang Digital terkait apakah Roblox benar-benar berbahaya bagi generasi muda.
Ketegasan pemerintah bukan tanpa alasan. Roblox, yang populer di kalangan anak-anak dan remaja, dinilai berpotensi memiliki dampak negatif.
Mendikdasmen Abdul Mu’ti sebelumnya sudah mengimbau agar anak-anak tidak memainkan Roblox jika terdapat adegan kekerasan, karena dapat ditiru di dunia nyata.
Kasus eksploitasi dan interaksi berbahaya di Roblox juga pernah terjadi di luar negeri—seperti di California, AS—ketika seorang anak diculik setelah berkenalan dengan pelaku melalui platform tersebut.
Hal ini memicu kekhawatiran global atas keamanan Roblox bagi anak-anak.
Sebagai perbandingan, Turki telah memblokir Roblox pada Agustus 2024 atas dugaan konten yang bisa mengarah pada eksploitasi anak.
Informasi dari Reuters, keputusan tersebut dibarengi dengan pemblokiran platform lain, termasuk Instagram dan Wattpad, sebagai langkah perlindungan anak maupun budaya lokal.
Roblox pun merespons dengan menawarkan kerja sama kepada pemerintah Turki, termasuk membuka kantor lokal dan menambah moderator bahasa Turki, jika akses kembali dibuka.
Terkait langkah di Indonesia, pemerintah tampak bergerak hati-hati dan berbasis data. Prasetyo Hadi menyatakan bahwa tindakan hanya akan diambil jika ditemukan konten yang benar-benar merusak perilaku anak-anak.
Sementara Meutya Hafid menegaskan bahwa hingga saat ini “belum ada rencana” memblokir Roblox dan semua masih dalam tahap kajian lebih lanjut
Menanggapi kekhawatiran atas dampak negatif Roblox, MenPPA Arifatul Choiri Fauzi mengimbau agar orang tua lebih aktif mengawasi aktivitas anak, termasuk game yang dimainkan, sebagai bagian dari pola asuh digital di era teknologi ini.
Meskipun ancaman pemblokiran Roblox mencuat dari pernyataan pemerintah, tidak ada langkah konkret yang diambil hingga kini.
Semua masih dalam tahap evaluasi menyeluruh, demi memastikan keamanan generasi muda.
Negara mengutamakan perlindungan tanpa langsung menghentikan akses, menunggu hasil kajian resmi. Orang tua pun diharapkan berperan aktif mengawasi agar anak-anak terhindar dari konten negatif.***
Satria
Berita Olahraga
News
Berita Terkini
Berita Terbaru
Berita Teknologi
Seputar Teknologi
Drama Korea
Resep Masakan
Pendidikan
Berita Terbaru
Berita Terbaru
Berita Terbaru
Lifestyle
